Ada Apa dengan SAKIT MAAG DAN PUASA DI BULAN RAMADHAN? Raih Barokah dengan Niat yang Benar

posted in: Kiat / Tip Trik | 0

Saya sebal dengan iklan obat maag di saat menyambut puasa bulan Ramadhan. Berbagai produsen obat maag biasanya malah gencar menayangkan iklan produknya di bulan suci ini. Seolah-olah berpuasa Ramadhan bisa membuat orang yang sehat terkena penyakit maag atau membuat penderita maag semakin parah penyakitnya. Seolah-olah mereka mengatakan “di bulan puasa Ramadan akan ada banyak orang yang sakit maag jadi belilah obat maag ini.” Memangnya benar begitu?! Justru sebaliknya, dengan izin Allah, Alhamdulillah kebanyakan kasus penyakit maag dapat sembuh dengan berpuasa teratur. Ini adalah rahmat Allah bagi orang yang berpuasa, semoga amal puasa kita diterima. Ini bisa dibuktikan sendiri dengan banyaknya pengalaman pada diri saya sendiri maupun orang lain. Ya mungkin dikecualikan bagi orang yang sudah tua renta sudah banyak penyakit komplikasi serta ibu hamil, yang mereka itu memang diberi keringanan dalam agama Islam. Tapi itu hampir tidak ada hubungannya dengan obat maag di bulan Ramadhan yang bintang iklannya semuanya masih muda dan segar bugar. Jadi jangan tertipu dengan kampanye/propaganda iklan obat maag di bulan Ramadan.

 

Berikut ini beberapa pengalaman orang-orang yang sakit:
Sudah sekitar 20 tahun Yudi Helfi sering mengalami sakit maag (dispepsia). Sakit itu kerap dirasakan pria asal Sumatera Barat ini jika telat makan. Tapi menurutnya, rasa sakit itu tidak pernah ia rasakan dalam keadaan puasa, padahal ketika itu tubuh tidak menerima makanan dan minuman selama kurang lebih 13 jam.
Selain bekal niat tadi, untuk mengantisipasi sakit maagnya kambuh, Yudi juga menghindari konsumsi teh dan kopi saat berbuka puasa. Ia mengaku lebih senang berbuka dengan air putih (bening) dan makanan yang manis.
Tidak hanya Yudi, ibu Rubingah juga merasakan hal yang sama. Wanita berusia 65 tahun ini mengaku maagnya selalu kambuh jika banyak pikiran. Tapi jika bulan Ramadhan, sakitnya tidak pernah kambuh.
Pengalaman saya sendiri (Anas Samosir), di saat SMP dan SMA sering mengalami migrain (sakit kepala sebelah), tetapi Alhamdulillah bisa sembuh ketika menjalani puasa di bulan Romadhon maupun di bulan lainnya (puasa sunnah). Biasanya jatah waktu tidur saya kira-kira 7 jam tanpa berpuasa siangnya, apabila jatah tidur dikurangi sejam atau dua jam itu akan terasa pengaruhnya, biasanya kepala gampang pusing atau migrain. Nah, ketika teratur berpuasa di bulan Romadhon ternyata saya bisa lebih tahan dari migrain walaupun waktu tidur saya berkurang sejam atau dua jam, padahal siangnya nggak tidur. Alhamdulillah.

 

Dr Ari Fahrial Syam, Sp.D, staf Divisi Gastroenterologi FKUI, berkata bahwa sekitar 80 persen masalah dispepsia (maag) dapat sembuh dengan berpuasa bulan Ramadhan. Terutama pada kasus dispepsia yang bersifat fungsional, yaitu rasa sakit pada lambung yang disebabkan adanya gerakan dari lambung yang berkaitan dengan sistem saraf di lambung. Hal tersebut dipicu oleh pola makan tidak teratur, kebiasaan makan camilan berlemak, minum kopi atau minuman bersoda sepanjang hari, dan merokok. Selain itu, hal-hal yang bersifat psikologis seperti stres (tekanan fisik maupun mental), juga sangat berperan dalam timbulnya gangguan pada lambung.
“Puasa itu membuat kita sehat. Dengan berpuasa, pola makan justru menjadi teratur, sehingga orang yang sakit maag pun bisa merasa lebih baik,” tutur Ari. Lebih lanjut Ari mengingatkan untuk tidak makan berlebihan saat sahur atau pun terhadap menu berbuka puasa.

Meski begitu masih saja ada sebagian kaum Muslimin yang menjadikan alasan sakit tertentu untuk tidak berpuasa, terutama yang berkaitan dengan sakit pencernaan. Padahal kesempatan berharga untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya justru ada di bulan Ramadhan. Jadi, sayang kalau bulan penuh maghfirah itu terlewatkan karena sakit yang kita alami. Maka hendaklah kita luruskan niat dan amalan kita untuk menjalankan kewajiban sebaik-baiknya.

 

Puasa dapat mengobati sakit maag

Praktisi dan konsultan thibbun nabawi (pengobatan cara nabi), dr Zaidul Akbar mengatakan, “apabila setelah makan seseorang itu merasakan mengantuk, maka bisa dipastikan orang tersebut ada masalah dalam pencernaannya,” ujar dokter lulusan Universitas Diponegoro ini. Dari sisi kesehatan badan, berpuasa dapat membersihkan perut atau organ pencernaan dari berbagai macam makanan yang masuk ke dalam tubuh. “Allah memperbaiki atau meregenerasi sel tubuh orang yang berpuasa,” kata Akbar demikian ia biasa disapa. Oleh karena itu, puasa di bulan Ramadhan ini akan membawa banyak manfaat bagi orang yang beriman. Manfaat yang paling utama dari beribadah puasa bulan Ramadhan adalah untuk membersihkan batin serta amalan kita untuk bekal di akhirat (mengharap ridha Allah), baru setelah itu kita berharap semoga Allah menjadikan ibadah puasa kita ini barokah yang juga dirasakan di alam dunia.

Jadi perlu diluruskan niat kita terlebih dulu agar ibadah yang kita lakukan hanya untuk mengharap ridha Allah, lalu kita berharap agar diberi Allah berkah secara umum dalam urusan agama sesuai dalil (keterangan) dari Allah dan Rasul. Jangan terbalik: niat ingin mendapat manfaat puasa untuk kesehatan badan atau keuntungan duniawi sedangkan untuk kehidupan akhirat tidak terlalu mengharap balasan Allah; niat yang seperti ini akan membawa penyesalan dan kejelekan di akhirat nanti. Na’udzubillah. Kita berharap berkah/barokah (manfaat yang banyak) bisa kita raih di akhirat juga kita rasakan di dunia secara umum yang sesuai ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Allah berfirman (yang artinya):

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS. Al-Israa`: 18)

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat. (QS. Asy-Syuura: 20)

Rasulullah shalallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُــمَّ لاَ عَيْـشَ إِلاَّ عَيْشُ الآخِــرَةُ

“Ya Allah, tidak ada kehidupan (yang hakiki) kecuali kehidupan akhirat.” (Muttafaqun ’alaih / HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Maka jelaslah agar amal ibadah kita diterima di sisi Alloh syaratnya adalah niat yang ikhlas (murni mengharap ridho Alloh), di samping juga caranya harus sesuai dengan yang diajarkan Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam. anas_samosir

Anda bisa baca tulisan saya yang terkait dengan judul:
JANGAN BERNIAT IBADAH PUASA UNTUK KESEHATAN BADAN DI DUNIA, Ada Dua Syarat Diterimanya Amalan

Wallahu a’lam.

Referensi: Suara Hidayatullah no. 3/XXIV Sya’ban 1432 — dengan beberapa perbaikan.

Pencarian pengunjung Resep Obat Mahal dot com seputar:

  • obat maag menurut islam
  • pengalaman sakit maag
  • sakit sembuh dengan puasa bulan ramadhan
  • sakit maaq hubungannya dengan ajaran Islam
  • obat maag zaidul
  • pengalaman dengan maag
  • pengalaman hubungan antara maag dan sakit kepala
  • pengalaman kena penyakit maag
  • pengalaman magg sembuh karena puasa
  • pengalaman mengobati maag dengan puasa

Tulis Komentar Anda